3 Masjid Bersejarah Yang Ada Di Yogyakarta

Mayoritas penduduk Yogyakarta adalah pemeluk agama Islam. Selain itu Yogyakarta juga memiliki sejarah panjang mengenai perkembangan Islam di Yogyakarta dan pulau Jawa. Terdapat sebuah kerajaan atau keseultanan besar di tempat ini yaitu Kesultanan Mataram yang kemudian di lanjutkan oleh Kesultanan Yogyakarta. Sebagai sebuah kerajaan Islam tentu saja kedua kesultanan tersebut membangun masjid sebagai tempat ibadah dan juga simbol dari kerajaan. Saat ini, beberapa masjid tersebut masih berdiri dan dapat dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

  1. Masjid Kota Gede

Bangunan pertama dan dianggap yang tertua di Yogyakarta adalah Masjid Agung Kotagede. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung, sultan terbesar di kerajaan Mataram. Tempat ini memiliki sejarah mendalam mengenai perkembangan agama Islam di Yogyakarta dan juga di Pulau Jawa pada masa ini. Masjid ini memiliki perpaduan Islam dan Hindu yang terlihat di Gapura Paduraksa dan tembok L yang merupakan apresiasi sang sultan pada pemeluk agama Hindu dan Buddha yang ikut membangun masjid ini. Selain itu terdapat tugu yang menyerupai candi di masjid ini.

  1. Masjid Kauman

Selanjutnya adalah Masjid Gedhe Kauman yang merupakan masjid resmi dari Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang kental dengan nuansa budaya Jawa kuno atau klasik. Secara simbolis masjid ini menunjukkan keberadaan sultan sebagai seorang pemimpin pemerintahan sekaligus pemimpin keagamaan di kerajaannya. Dengan arsitektur gaya Jawanya masjid dengan tiga mustoko ini memiliki serambi, kolam serta gapura depan yang kokoh dan unik. Di depan masjid terdapat bangunan pangonan yang berfungsi sebagai tempat gamelan.

  1. Masjid Soko Tunggal

Masjid selanjutnya adalah Masjid Soko Tunggal. Bangunan yang berada di kawasan Tamansari ini adalah masjid yang juga memiliki sejarah yang panjang di Yogyakarta. Soko merupakan bahasa Jawa yang berarti tiang sedangkan tunggal artinya satu sehingga Masjid Soko Tunggal dapat diartikan sebagai masjid dengan satu tiang penyangga. Masjid ini sebagian besar dibanguan dengan mengunakan kayu sehingga tampak unik dan juga tradisonal. Banyak wisatawan yang mampir ke masjid ini untuk bersitirahat setalah lelah berkelilng kawasan Tamansari. Kesemuanya bisa menjadi paket wisata Jogja.